Langsung ke konten utama

Postingan

Pra- anggapan Metafisik Dalam Sains Sering Kali Berakar Pada Pandangan-Dunia Religius

Disini saya akan mencoba merinci pokok pikiran yang mungkin sudah tertera pada judul dengan memakai referensi buku Mehdi Golshani yang berjudul "Melacak Jejak Tuhan Dalam Sains" n       Sains Tidaklah Bebas dari Praanggapan Metafisik Sebelum melakukan eksperimen, biasanya para ilmuwan mempunyai pra-anggapan, dan Itu sangatlah penting. Ini juga ada sampai sekarang, bahkan dalam dunia pendidikan, sebelum melakukan penelitian, dan menentukan kesimpulan, kita sering membuat hipotesa terlebih dahulu. Nah, apa yang dilakukan oleh Eksperimentalis bisa saja sama di seluruh dunia, bahkan gambaran mengenai fenomenologis dari fenomena bisa saja sama. Tetapi dalam penyusunan teori-teori universal, praanggapan-praanggapan filosofis itu ikut bermain. Saya tertarik dengan pendapat Maududi yang juga tertuang dalam buku Mehdi Gholsani ; Melacak Jejak Tuhan Dalam Sains , yang menyatakan bahwa: “Dalam semua sains, terdapat dua aspek. Satu aspek terdiri dari realitas alam, yakni fa...

Mungkin Cerita Gue Begini

Intinya Gue Mau Cuap-Cuap Tentang Kegabutan Ngga kerasa 2020 udah kita lewatin. Banyak banget ga sih pelajaran yang dapat kita petik di tahun 2020? Menurut gue selain banyak pelajaran, 2020 itu tahun kegabutan. Tahun 2020 gue isi kebanyakan dengan rebahan, nonton film, baca novel. Baca novelnya pun ngga selesai satu series. Dibilang gue anaknya males banget yah nggak, cuman kadang Moodnya suka berubah-ubah. Di tahun kemarin (2020) gue coba ikutan event antologi puisi yang diselenggarain sama Penerbit Jaya Tulungagung. Alhamdulillahnya dapat apresiasi berupa penulis terbaik dengan sertifikat dan medali. Asli disitu senang banget. Tidak berhenti disitu, gue yang katanya gabut ngulik-ngulik tentang dunia kepenulisan, hingga memutuskan untuk masuk kedalam Komunitas kepenulisan. Disana dikasih materi dan ada juga game-game buat ngelatih tentang kepenulisan. Bonusnya dapat teman baru sih wkwk. Gue kira awalnya masuk komunitas kepenulisan itu bakalan ngebosenin, bakalan kaku. Eh ternyata gue ...

"Sebuah Ruang Penuh Siksa"

Sempit... Menumpahkan rasa yang entah kau sebut apa Ego yang lama padam kini menyala Berseru lagi.. Yah begini-begini saja Aksara biasa luapan jiwa... Tentang menjadi berbeda di ruang siksa... Ruang ini masih sempit.. Susunan kata yang dulu kurangkai... Entah hilang dibawa angin... Hening tak ada suara yang begitu bermakna... Enggan untuk bergerak sesuai rencana... Lupa akan nikmatnya ruang terbuka... Andai cakrawala pemikiran bisa saling menerima... Ruang sempit ini akan penuh cinta, bukan luka...

Kemarin Ku Putuskan Untuk Membencinya, Bisakah?

Bagaimana? Jika terlibat dalam rasa yang kau sendiri tidak tahu apa Hadir tiba-tiba tanpa aba-aba Nyari ribut  hanya alasan agar bisa berkata-kata Terbiasa? Mungkin Sekedarnya saja  itu yang dari awal diinginkan Karena kecewa datangnya tidak mengenal kapan Semua pupus hanya dengan satu sapaan Lagi, aku jatuh Ku putuskan benci dirinya kemarin Kepada pemilik hati yang mungkin sudah bertuan Bisakah ? Selamat malam, 2 Oktober 2020 Dari aku yang menatap langit-langit kamar

Jangan Tanyakan Kenapa

Seorang bungkam, mungkin diam adalah cara Air mata juga kadang tak jadi masalah Aku insan, hanya insan Mana bisa menjadi penentu kehidupan Dia berbicara, celoteh indah bergelora jiwanya Mereka berseru, meneriakkan bersatu Aku? Aku hanya insan. Sekali lagi insan Seorang bisu, jadi batu Saru dengan biru ataupun haru Asalkan tidak pernah meragu Dia insan, jangan tanyakan mereka Mereka juga insan, jangan tanyakan sebuah alasan Aku insan, jangan tanyakan Kenapa Semua cukup, diberi kehidupan #sunset_di_tanah_anarki Selamat menikmati :))

(Sajak) Manusia Aneh

Malam kelam hari ini tanpa bintang Abaikan rasa yang lama mati Nasib memang punya misteri Ungkapan hati sangat sulit dipahami Sisipkan luka yang kadang tanpa ampun Ingkar pada sucinya janji Asing pada cahaya padahal indah Andai hanya bisa berandai Niatan lah yang harus dikumpulkan Entah itu baik ataupun buruk Hanya Tuhanlah Yang Maha Tahu