Langsung ke konten utama

Postingan

CERPEN : DAISY DAN SATU KOTAK PERMEN

Sunrise hadir dalam embusan sejuknya angin lewat, tertutupi kabut hitam pekat, bersamaan turun dalam iringan mendung dan gerimis. Tak ada langit yang biru apalagi mentari yang menjalar gemulai dengan indahnya, yang ada hanyalah percikan petir berlanjutkan guntur. Seorang gadis dengan rambut panjangnya yang bewarna biru berjalan santai melewati teman-temannya yang telah berbaris rapi. Hari ini ia resmi menjadi mahasiswa baru jurusan psikologi. Dia Daisy, si pecinta permen atau yang sering disebut candy addicted . Sorot matanya yang tajam membuat siapa saja yang menatapnya menjadi sungkan. Daisy tidak memperdulikan rintik hujan yang membasahi pakaiannya, pun ia tidak mau tahu bagaimana tanggapan serta tatapan orang lain. Namun, pagi ini seseorang berani mengusiknya. “Gak lihat ya teman-teman kamu udah pada ngumpul? Mahasiswa baru tapi udah telat, mau dihukum?” tegas Hani. Ia merupakan salah satu senior yang disegani oleh mahasiswa psikologi dan kebetulan menjadi pemandu kelompok Dais...

Sosok Kecil Yang Tidak Disadari Terbawa Sampai Dewasa

Pernah dengar istilah inner child ?  Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari masa kecil.  Ada sosok anak kecil dalam diri kita yang bersama kita hingga dewasa. Inner Child sangat mempengaruhi seseorang dalam bersikap ketika telah dewasa.  Hal ini sangat berkaitan dengan kasih sayang atau cara dicintai yang diinginkan ketika masih kanak-kanak . Inner child  tidak harus berpengaruh negatif kepada seseorang, bisa saja mempunyai pengaruh yang positif. Namun, kebanyakan orang terbentuk dari luka-luka masa kecilnya. Contoh sederhananya adalah seorang gadis kecil yang sangat menyayangi kedua orangtuanya suatu waktu melihat sang ayah memukuli si Ibu. Hal itu membuat dirinya gemetar dan menganggap cinta, dan pernikahan bukanlah sesuatu yang indah melainkan sesuatu yang sangat menyeramkan. Gadis kecil itu setelah dewasa akan sangat sulit untuk percaya kepada setiap laki-laki yang mencoba mendekatinya, bahkan hal yang terburuk adalah dia bisa mencintai...

Disini, Jika Lelah dan Ingin Pulang

Dituliskan pada sudut kamar, setelah keluh kesah membayangi senyum bulan malam ini. Apa yang kau cari? Jawaban? Coba bayangkan sejenak, angin sepoi-sepoi sedang menggoyangkan ranting kecil yang berusaha mempertahankan daunnya yang mulai rapuh. atau riak gelombang yang saling mengejar hingga menghantam bibir pantai, pantai tidak pernah mengeluh. Batu karang tetap tegar, tetap kuat bersahaja. Setiap hal yang menjengkelkan akan terlewati. Memangnya siapa sih yang tidak pernah sedih? resah? kecewa?. Semua orang merasakannya. Hanya saja di suatu momen seseorang hanya menganggap remeh. Seakan-akan semuanya tak memiliki arti? Apa rahasia yang tersimpan sebenarnya? Waktu akan menjadi kunci. Semua akan naik ke permukaan. Pada saat itu yang terpenting bukan lagi jawaban. Ranting-ranting kecil itu menemani seorang Bapak yang saat ini termenung. memikirkan anak-anaknya yang telah dewasa. padahal rasanya baru kemarin si kecil minta dibuatkan ayunan dan bermain seluncuran. dia seorang Bapak, yang ti...

Cerbung --- Black Swan

Seorang laki-laki mengendap-endap melewati geng yang paling ditakuti di kampung Rambutan. Geng Jangkrik terkenal bringas dan juga suka melakukan pemalakan. Laki-laki itu membawa satu bungkus gorengan lengkap dengan cabe rawitnya. “Berhenti kau Bob,” ucap salah seorang dari mereka. Penampilannya berantakan dengan tato naga di lengan kirinya terpampang nyata. Lantas lelaki yang bernama Bobi itu menoleh sekilas dan menggenggam erat gorengannya. Melanjutkan berjalan tanpa menghiraukan mereka. “Berani dia sekarang bang,” ujar seorang berbadan paling kecil diantara mereka dan rambut jabriknya yang bewarna hijau. Begitu nyentrik.  Dia mendekati Bobi dan menarik bajunya ke belakang. Menggeram marah karena tidak menghiraukan mereka. “Apa lagi salahku bang Marko?” tanya Bobi dengan muka memelas. Marko yang sedari tadi duduk di kursi kebesarannya tertawa sinis dan mendekat ke arah Bobi. Mengernyitkan mukanya lalu merampas gorengan yang di genggam Bobi. “Salahmu itu kali ini tidak member...

Sajak Berteriak

  Setiap Hal Kecil Terdiam, Mencerna kata-kata Kamu mungkin versi aku dalam bentuk berbeda   Kata, Terdampar pada kertas usang, Kamu mungkin tidak menyadarinya Terselip di buku yang pernah aku pinjam   Aku tidak pernah beranjak Lalu pikiran ini bertanya, Apa yang terselip di balik bukumu?   Senyap, Tenggelam, dalam kalimat yang kau ciptakan Yang mungkin tidak pernah selesai,   Sementara, Sunyi telah menjelma menjadi kamu Lalu aku dimana? Aku ada dalam setiap hal kecil yang bising Si pelempar pertanyaan menyebalkan, Si absurd yang terlalu aneh, haha   Setiap hal kecil Yang selalu kau perhatikan, dan aku yang suatu saat akan terlupakan? Entahlah … --- Renai ---

Sebuah Jam Yang Kehilangan Arti Untuk Berdetak

Aku tidak tahu bagaimana menceritakan ini semua, yang jelas aku selalu bertengger di dinding kamar gadis itu, mengamati tumbuh kembangnya. Dia gadis yang unik. Namun akhir-akhir ini sering menangis sendirian. Memeluk gulingnya sambil tersedu-sedu. Ia kerap kali berbicara kepada bulan. Bahwa ia mendapatkan bully-an dari teman-temannya. Aku hanyalah pendengar dan pengamat setia.             Pukul tujuh pagi, gadis itu tidak bersiap-siap pergi ke sekolah seperti biasa. Ia duduk lemas di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Melihat berbagai komentar di media sosialnya. Merasa kesal setiap kali ada komentar yang buruk, seperti mengatakan bahwa gadis itu tidak cukup cantik, tubunya yang tidak ideal. Sungguh kejam media sosial. Aku yang hanya berdiam dalam setiap detikku terenyuh. Melihatnya tumbuh dewasa, namun gadisku telah kehilangan dirinya sendiri. Aku bersumpah dia adalah gadis yang sangat cantik dan menarik. Tetapi sepertinya di...

Sajak -- Untuk Gil, dan Pria Penyuka Hujan

  Untuk Gil Gil, kau tahu? Aku suka menulis puisi, Namun aku enggan untuk menyuarakannya dengan lantang Kau tahu kenapa? Karena aku hanyalah suara yang tidak akan pernah kau dengar Aku juga tidak pernah mengirimnya padamu Kau tahu alasannya? Karena aku tahu kau tidak akan pernah membacanya Sekalipun aku berteriak, menumpahkan seluruh emosiku … Sudahlah Gil, aku adalah kepingan dari sebuah kenangan Ah sial, aku bahkan menghapus sebagian sajakku … Gil, aku jadi berpikir … Apakah mungkin kau hanyalah tuan malam dan sebenarnya aku nona mimpi? Ketika hari sudah pagi, kita berdua sama-sama tersadar, Jika yang tersisa dari itu hanyalah hitam dan bayangan Entahlah Gil, kau tidak akan pernah tahu … Karena semuanya tidak pernah nyata, dan kau juga Tanah Datar, 2021 Untuk Pria Yang Menyukai Hujan Di sebuah pemberhentian bus kota, Seorang pria penyuka hujan bercerita Derap langkahnya mungkin sudah lelah Berhenti untuk menggapai pengharapan semu, Lampu-lampu dari gedung menyinari matanya yang m...